Kebun Warga Dirusak Bendungan Harita Group, Pemda Halsel Didesak Selesaikan

Sebarkan:
 Fasrudin A Hafi, Tokoh Muda Pulau Obi
HALSEL, PotretMalut - Tokoh Muda Pulau Obi, Fasrudin A Hafi, angkat suara terkait cara pengamanan PT Harita Group, terkait aksi pemalangan pembangunan bendungan yang diduga merusak kebun warga.

Menurut Fasrudin, pihak PT Harita Group harusnya menggunakan cara-cara humanis, dan mengedepankan dialog dalam proses penyelesaian masalah lahan warga yang dirusak, bukan menunjukkan sikap arogansi.

"Saya ingatkan manajemen PT Harita Group, yang kalian intimidasi itu adalah tokoh agama di Pulau Obi, salah satu Imam Masjid di desa Madapolo Barat. Kalian korporasi mestinya gunakan cara-cara yang santun dan jangan tunjukan arogansi terhadap warga lokal," ungkap Fasrudin kepada Potretmalut.com, Senin (24/11/2025).

Ia menyebutkan, cara yang dilakukan oknum keamanan akan memancing kemarahan rakyat Pulau Obi. "Bertindaklah secara elegan sehingga warga lokal juga merasa puas dan korporasi nyaman dalam berinvestasi di wilayah Pulau Obi," ujarnya.

"Saya ingatkan PT Harita Group agar kita sama-sama menjaga situasi sosial di Pulau Obi, gunakan model komunikasi yang elegan apalagi terhadap warga lokal disana. Stabilitas keamanan jangan dikacaukan oleh ulah oknum yang arogan," tambahnya.

Fasrudin berharap, kedepan tidak ada lagi hal seperti itu. Menurutnya, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika dilakukan dengan cara yang lebih komunikatif.

"Cukup suda, kedepan tidak boleh terjadi lagi, jangan membuat gaduh di tanah Pulau Obi. PT Harita Group wajib evaluasi oknum security yang brutal itu dan model pengamanan didesain lebih humanis dan terukur," pintanya.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan DPRD wajib turun tangan atas sejumlah masalah lahan warga Pulau Obi yang dicaplok dan dirusak akibat aktivitas pertambangan PT Harita Gorup.

"Saya minta Bupati Hasan Ali Basam Kasuba dan DPRD, segera turun pastikan kondisi dilapangan. Banyak masalah disana, pemerintah harus hadir menyelesaikan masalah antara warga Pulau Obi dengan korporasi nickel, jangan menunggu sudah ada korban baru pemerintah turun tangan," desaknya. (Ar/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini