![]() |
| Raker FORMAL |
FORMAL menegaskan diri sebagai forum pengawasan publik "Mengungkap Fakta Berbasis Data tanpa Gerakan Aksi Massa". Organisasi ini memilih jalur kerja intelektual, investigatif, dan jurnalistik, dengan menempatkan verifikasi data dan dokumen sebagai fondasi utama dalam setiap langkah pengawasannya.
Raker menjadikan FORMAL tidak dibentuk sebagai organisasi seremonial. Forum ini hadir sebagai instrumen kontrol publik terhadap praktik yang berpotensi merugikan keuangan negara dan merusak lingkungan hidup, dengan menitikberatkan pada pengujian fakta secara objektif dan berimbang.
Agenda rapat diawali dengan penyempurnaan struktur dan komposisi kepengurusan. Forum kemudian membahas penyusunan teknis kerja investigasi, pemetaan kasus perusakan lingkungan, serta penelaan hambatan penanganan perkara hukum yang berlarut-larut.
Nada rapat mengeras ketika Ketua FORMAL, Samsudin Chalil, menyampaikan pernyataan sikap organisasi. Ia menegaskan, FORMAL lahir dari akumulasi kegelisahan publik atas banyaknya isu yang mengendap tanpa kejelasan.
"FORMAL berdiri karena publik terlalu lama dipaksa diam. Terlalu banyak informasi soal dugaan korupsi dan perusakan lingkungan yang beredar, tetapi menguap tanpa kejelasan. Ini situasi berbahaya bagi masa depan," ujarnya.
"Kami tidak menuduh siapa pun. Tapi kami memastikan setiap data akan diuji, setiap fakta akan ditelusuri, dan setiap temuan akan dibuka ke publik secara bertanggung jawab," tegasnya.
Ia menekankan, fokus FORMAL adalah pola, bukan personal. Pola penyimpangan anggaran, pola pembiaran kerusakan lingkungan, serta pola lambannya proses hukum yang berulang. Dengan tekanan yang lebih tajam, Samsudin kembali menegaskan posisi FORMAL sebagai pengawas independen.
"Jika anggaran tidak sesuai peruntukan, itu masalah publik. Jika lingkungan rusak tanpa pemulihan, itu kejahatan terhadap generasi mendatang. FORMAL hadir untuk memastikan tidak ada ruang aman bagi praktik-praktik seperti itu," terangnya.
"Kami bekerja berdasarkan fakta, bukan asumsi. Tapi ketika fakta berbicara, tidak ada alasan untuk menutupinya," lanjutnya.
Sementara Sekretaris FORMAL, Asbar Ikram, menambahkan, salah satu fokus Raker adalah membedah akar persoalan lambannya penanganan kasus.
"Keterlambatan penanganan hukum sering kali bukan soal administrasi semata. Ada variabel lain yang harus diuji secara objektif," katanya.
"FORMAL akan bekerja secara sistematis, mengumpulkan data lapangan, menelusuri dokumen, dan memastikan setiap proses dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan etika," jelasnya.
Asbar menegaskan, FORMAL tidak bertujuan menghakimi, melainkan mendorong penegakan hukum berjalan sesuai mandatnya.
Menutup rangkaian Raker, Koordinator Bidang Humas dan Antar Lembaga, Mursal Bahtiar, menyampaikan pengingat keras.
"FORMAL memandang seluruh pemangku kepentingan sebagai mitra strategis. Namun kemitraan itu berbasis transparansi," ujarnya.
"FORMAL diisi para jurnalis. Setiap temuan akan disampaikan secara berimbang dan profesional. Yang bekerja benar tidak perlu resah, tapi yang bermain di wilayah abu-abu sebaiknya mulai berbenah," tegas Mursal. (Ar/red)
