Jalan Payahe-Weda Dibiarkan Rusak Bertahun-Tahun

Sebarkan:
Kondisi Ruas Jalan Payahe-Weda
HALTENG, PotretMalut - Kondisi ruas jalan nasional Payahe-Weda, Provinsi Maluku Utara, mendapat sorotan. Meski proyek pembangunan dan preservasi jalan ini telah dikerjakan pada tahun 2022, kerusakan parah justru masih dibiarkan hingga kini. 

Kinerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara pun dipertanyakan.

Diketahui, pada 2022 BPJN Maluku Utara mengelola paket preservasi jalan Sp. Dodinga, Sofifi, Akelamo, Payahe dan Weda sepanjang 127,83 kilometer, dengan anggaran mencapai Rp 38,41 miliar.

Salah satu sopir lintas, Hamdan, mengaku ruas Payahe-Weda sudah hampir dua tahun tidak mendapat perbaikan berarti. Akibatnya, jalan berlubang besar di banyak titik dan sangat membahayakan pengguna jalan.

"Sudah dua tahun jalan ini tidak diperbaiki. Lubangnya besar-besar, sangat berbahaya. Kalau hujan, air tergenang jadi kolam besar di tengah jalan," Kamis (22/01/2026).

Hamdan mengaku, para sopir lintas antar kabupaten merasa resah dengan kualitas pekerjaan jalan yang dilakukan BPJN. Menurutnya, aspal yang digunakan terkesan tipis dan mudah rusak, sehingga umur jalan tidak bertahan lama.

"Kualitas aspalnya tidak bagus, pengaspalannya juga terlalu tipis. Baru sebentar sudah rusak lagi," ujarnya.

Kerusakan serius juga terjadi pada infrastruktur pendukung. Sebuah tembok Penahan Tanah (TPT) di pinggir jalan dilaporkan runtuh di ruas Payahe–Weda. Kondisi ini menyebabkan badan jalan semakin menyempit dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

"Kami minta Kepala Balai BPJN Maluku Utara segera turun dan bertanggung jawab. Jalan dan jembatan yang rusak parah ini harus segera diperbaiki sebelum memakan korban," tegas Hamdan. (Calu/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini