![]() |
| Istimewa |
Hal ini disampaikan Karateker Ketua DPD KNPI Halmahera Selatan, Akbar Ahad, dalam rapat persiapan yang melibatkan panitia dan unsur pimpinan KNPI, sebagai langkah awal konsolidasi organisasi menuju Musda.
"Rapimpurda menjadi forum penentu. Di situ kita akan menetapkan seluruh agenda strategis Musda, termasuk jadwal dan mekanisme pendaftaran bakal calon Ketua KNPI," ungkap Akbar, Senin (12/1/2026).
Akbar menjelaskan, setelah Rapimpurda, tahapan akan dilanjutkan dengan pembukaan pendaftaran bakal calon Ketua KNPI pada 28 Januari 2026, yang akan berlangsung selama dua hari.
"Pendaftaran kita buka secara demokratis bagi seluruh kader dan organisasi kepemudaan. Semua yang merasa terpanggil untuk memimpin KNPI diberi kesempatan yang sama," tuturnya.
Akbar menyebutkan, pembukaan pendaftaran juga akan dirangkai dengan dialog kepemudaan, agar publik dan pemuda dapat menilai langsung kapasitas serta visi para bakal calon.
"Kita ingin proses ini bukan sekadar administratif, tetapi menjadi ruang adu gagasan. Pemuda Halmahera Selatan harus tahu siapa dan seperti apa calon pemimpinnya ke depan," katanya.
Ia juga memastikan, Musda KNPI Halmahera Selatan akan dibuka pada 2 Februari 2026 dan berlangsung hingga seluruh agenda, termasuk pemilihan Ketua KNPI periode.
Sementara, Sekretaris KNPI Halmahera Selatan, Sefnat Tagaku, menegaskan bahwa seluruh jajaran pengurus dan panitia tengah bekerja maksimal untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
"Kami memaksimalkan seluruh persiapan Musda ini dengan niat baik, agar KNPI benar-benar melahirkan pemimpin pemuda Halmahera Selatan yang bertanggung jawab dan berpihak pada kepentingan generasi muda," ujar Sefnat Saat rapat panitia.
Bersamaan, Ketua Panitia Musda KNPI, Adenyong, mengatakan kesiapan penuh panitia untuk mengawal seluruh proses hingga tuntas.
"Mulai besok, kami sudah bekerja menyiapkan seluruh administrasi dan kebutuhan teknis menuju Musda. Panitia sudah diberi kepercayaan, maka kami akan bekerja maksimal agar seluruh rangkaian Musda dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses," jelasnya.
Sefnat menambahkan, Musda kali ini menjadi momentum penting untuk mengembalikan KNPI sebagai rumah besar pemuda yang mampu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah.
Ia menegaskan, Musda bukan sekadar kontestasi jabatan, melainkan proses konsolidasi arah gerakan pemuda.
"KNPI harus menjadi ruang konsolidasi pemuda yang sehat, bukan arena perebutan kekuasaan. Dari Musda ini kita ingin lahir kepemimpinan yang mampu menjawab persoalan riil pemuda dan daerah," pungkasnya. (Ar/red)
