Warga Ngelawak Harita Nickel: Bazar Sembako Hanya Pemanis

Sebarkan:
Ilustrasi (Calu:Potretmalut.com)
HALSEL, PotretMalut - Bazar sembilan bahan pokok (Sembako) murah yang dilaksanakan oleh PT Harita Nickel, Jumat sore (20/02/2026) pekan lalu untuk warga Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, memunculkan berbagai tanggapan.

Sejumlah warga Obi dalam grup WhatsApp, melakukan (Satire) sindiran atau ejekan, berupa candaan "humoris" bernada kritik.

Dalam percakapan di grup WhatsApp itu, kita sebutkan saja mereka dengan inisial nama panggilan. ada J, A, B, dan C.

Kata J dalam percakapan group. Ada puluhan warga Desa Soligi mengerumuni bazar sembako murah dari PT Harita Nickel.

"Tetapi di foto hanya 3 orang dan banyak bungkusan. Pencitraan lagi. Hehehe," sindir J.

"Itu foto cuma secara simbolis, abang," jawab A.

Apa yang dilakukan pihak Harita, menurut warga, merupakan cara untuk mempertahankan eksistensinya, agar dinilai benar-benar peduli terhadap warga setempat.

"Padahal, hanya gula-gulanya (pemanis) Harita," ucap B.

"Yang penting ada toh," sambung A menanggapi.

C menimpali dengan menegaskan, Warga Desa Soligi tidak memerlukan bazar sembako murah dari PT Harita Group, dikarenakan warga selalu dibuat menderita oleh Harita."Harita go to hell," sebutnya.

Konsep menyangkut sembako ini, menurut mereka, sama seperti yang dirasakan warga Desa Kawasi dahulu. "Setelah itu perusahan hantam "takaruang" lahan milik warga Kawasi, berikutnya Soligi" terang B. 

"Jadi, jangan terlena dengan segala macam tetek bengek bantuan atau program apapun dari perusahaan, sudah pasti ada maunya," ujar B sambil tertawa.

Menurut mereka, jika dipelajari pola yang dimainkan pihak perusahaan, mulai dari Sabang sampai Merauke cara mereka itu sama.

Selain itu, dalam percakapan menyebutkan, kenapa pemerintah diam, juga pura-pura memiliki rasa perhatian terhadap warga.

"Semuanya omong kosong, karena pemerintah baik ditingkat 1 dan 2 potensi punya saham di Harita. Kalau relasi di pusat, semua pada ikut main," kata B.

Percakapan warga dalam salah satu group Whatsapp

"Kesimpulannya adalah ciptakan konflik agraria. Itu terjadi ulah dari investor yang berkolaborasi dengan pemerintah atau penguasa. Dalam istilah politik jasa balas jasa, hahaha," tutur B menutupi percakapan. (Ar/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini