![]() |
| Salah satu anggota Bidang Lingkungan PWI Halmahera Selatan turut membantu warga angkut karung berisi kerikil (Foto:Ar) |
Di Pulau Obi, empat jurnalis menyatakan komitmen menjalankan tugas jurnalistik. Menelusuri sudut-sudut Desa Baru, memastikan kondisi masyarakat dan keadaan lingkungan di pulau strategis dengan luas 3.048 km persegi itu.
Mereka adalah Asbar, wartawan Salawaku.id, Armain dari Potretmalut.com, Samuel, Jarumsatu.com, dan Mursal wartawan Ketik.com.
Minggu 25 Januari 2026, mereka menelusuri desa yang terletak di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Langkah ini untuk melihat aktivitas pertambangan yang berseliweran di balik kokohnya Proyek Strategis Nasional (PSN), proyek nikel milik Harita Nickel yang dikelola anak usahanya, yakni PT Trimegah Bangun Persada.
Bersama penulis, mereka melihat kehidupan warga, memastikan apakah gambaran yang diperbincangkan di luar Obi tentang daerah yang disebut hebat dan sejahtera berkat potensi alamnya ini, benar-benar terwujud dalam keseharian masyarakat atau tidak.
Dari pantauan itu, satu hal yang tak terbantahkan yaitu Obi dianugerahi sumber daya alam yang melimpah. Lautnya kaya, tanahnya subur, dan alamnya menyimpan potensi besar. Namun, dibalik kekayaan itu, mereka memotret realitas lain yang tak bisa diabaikan, kesejahteraan masyarakat dan pembangunan infrastruktur belum tampak merata.
Jalan di Desa Baru masih berdebu saat panas, becek saat hujan. Akses yang masih begitu terbelakang.
Warga terlihat duduk melingkar di bawah para-para (Tempat mengolah kelapa menjadi kopra), menghabiskan hari dengan belah dan kore buah kelapa. Di sela-sela kerja, mereka bercengkerama, berbagi cerita tentang nasib keluarga dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Aktivitas sederhana ini menjadi potret ketekunan sekaligus ketabahan masyarakat dalam menyambung hidup.
Di sudut lain, terlihat sekelompok warga mandi dan berkumpul di Sungai Tabuji. Sekilas tampak seperti suasana rekreasi. Setelah didekati, diketahui kalau mereka tengah mengumpulkan kerikil. Bukan untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga, tapi untuk bahan membangun rumah ibadah.
Fenomena ini menjadi catatan, kekayaan Obi nyata, tapi terjadi ketimpangan. Kesejahteraan masyarakat masih membutuhkan perhatian serius dan berkelanjutan dari semua pihak.
Kedatangan mereka di Pulau Obi bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan melakukan dokumentasi dan pengingat agar kekayaan alam harus dikelola untuk kesejahteraan bersama. ***
