![]() |
| Bupati Ikram didampingi wakil bupati dan jajaran OPD saat penyerahan RLH |
Momen penyerahan kunci RLH ini, diselimuti suasana haru. Air mata bahagia tampak di wajah para penerima manfaat yang mayoritas merupakan janda dan lansia kurang mampu.
Bupati didampingi wakil bupati turun langsung ke desa-desa untuk menyerahkan sepuluh unit rumah. Bantuan ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan hunian yang aman bagi masyarakat kecil.
Bupati Ikram menegaskan, program ini diprioritaskan bagi warga asli yang selama ini tinggal di hunian tidak layak. Kelompok rentan seperti lansia dan janda menjadi fokus utama agar mereka memiliki derajat kesehatan dan sanitasi yang lebih baik.
"Rumah ini adalah hak masyarakat, terutama mereka yang sangat membutuhkan seperti janda dan lansia. Ini agar mereka bisa hidup lebih tenang dan sehat di rumah sendiri," ujar Bupati di hadapan para warga.
Ia memberikan pesan tegas, agar rumah bantuan tersebut segera ditempati oleh pemiliknya. Bupati tidak ingin bangunan yang sudah dibangun dengan dana daerah tersebut dibiarkan kosong begitu saja.
"Setelah penyerahan ini, rumah harus segera ditempati dan dirawat dengan baik. Jangan sampai dibiarkan kosong, karena masih banyak saudara kita yang juga mengantre untuk mendapatkan bantuan," tegasnya.
Ervina Yunita Matulende, salah satu penerima bantuan di Desa Sidanga, tak kuasa menahan tangis saat menerima kunci rumah. Ia sangat bersyukur karena sebelumnya harus menumpang di rumah kerabat akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
"Terima kasih banyak Bapak Bupati, kami sangat bersyukur karena anak-anak akhirnya bisa memiliki tempat tinggal sendiri yang lebih layak," ujar Ervina.
Sepuluh unit rumah yang diserahkan IMS-ADIL ini tersebar di Desa Sidanga, Desa Persiapan Ake Ici, Nurweda, dan Desa Nusliko. (Tim/red)
