![]() |
| Warga Soligi membentangkan spanduk meminta Bupati Halsel hadir selesaikan sengketa lahan antara warga dengan Harita Group |
Penantian ini menjadi simbol kebuntuan warga atas persoalan yang terus berlarut tanpa kepastian. Sengketa lahan yang melibatkan keluarga Alimusu tersebut diduga turut menyeret nama Kepala Desa Kawasi, Arifin Saroa, serta pihak LA dari Harita Group. Warga menilai pertemuan formal selama ini tidak membuahkan hasil dan menuntut kehadiran langsung kepala daerah.
"Kami sudah terlalu lama menunggu. Masalah ini tidak pernah selesai. Kami butuh Pak Bupati datang dan lihat sendiri, bukan hanya dengar laporan sepihak," tegas salah satu anggota keluarga Alimusu, Kamis (23/04/2026).
Warga Desa Soligi merasa dibiarkan berjuang sendirian menghadapi konflik yang menyangkut hak hidup dan sumber penghidupan mereka. Selain menuntut kehadiran Bupati, warga juga mendesak Arifin Saroa dan pihak Harita Group untuk memberikan penjelasan secara terbuka demi transparansi dan menghindari kesalahpahaman.
Sikap Pemerintah Daerah (Pemda) turut menjadi sorotan karena dinilai belum menunjukkan langkah tegas. Ketidakjelasan ini memicu keraguan warga akan keberpihakan pemerintah dalam melindungi hak rakyat kecil.
"Jangan sampai pemerintah terkesan tutup mata. Kami hanya rakyat kecil yang menuntut keadilan atas tanah kami sendiri," ujar warga lainnya dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian mengenai jadwal kunjungan Bupati Bassam Kasuba ke Desa Soligi. Namun, warga menegaskan akan tetap bertahan dan menunggu hingga pimpinan daerah hadir memberikan titik terang atas sengketa yang telah lama membebani mereka. (Ar/red)
