![]() |
| Ketua RN Malut, Nurcholish Rustam |
RN Malut mendorong Kapolda Maluku Utara dan Pangdam XVI/Pattimura, untuk segera mendirikan pos keamanan permanen di titik-titik rawan konflik di Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.
Ketua RN Malut, Nurcholish Rustam, menegaskan bahwa kehadiran pos pengamanan sangat krusial, mengingat wilayah Halmahera Tengah merupakan lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menurutnya, stabilitas keamanan tidak boleh hanya fokus di area proyek, tetapi juga harus menjangkau wilayah permukiman warga di kecamatan sekitar.
"Kami mendesak Kapolda dan Pangdam memberikan atensi khusus. Penempatan personel tambahan di tingkat Polsek atau Koramil sangat diperlukan, serta pembuatan pos keamanan permanen, memutus rantai konflik sosial dan kasus pembunuhan sadis dan teror OTK yang terus berulang di wilayah tersebut," ujar Cholis sapaan akrabnya, Jumat (03/04/2026).
Selain penguatan fisik melalui pos keamanan, RN Malut mengeluarkan tuntutan tegas terkait penegakan hukum:
Usut Tuntas Pelaku Pembunuhan: Mendesak Polda Malut untuk segera menangkap dalang dan pelaku pembunuhan warga Patani dalam insiden tersebut.
Selesaikan Kasus Lama: Meminta pihak berwajib menuntaskan kasus-kasus kekerasan terdahulu, yang hingga kini belum menemui titik terang agar tidak menjadi bom waktu.
Evaluasi Jabatan: RN Malut meminta agar Kapolres Halmahera Tengah dicopot jika terbukti tidak mampu mengusut tuntas kasus ini dengan cepat dan transparan.
Sebagai langkah preventif jangka panjang, Rampai Nusantara menyerukan kepada Pemerintah Daerah Halmahera Tengah, tokoh agama, Ormas, LSM, OKP, hingga organisasi paguyuban untuk duduk bersama.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melaksanakan silaturahmi besar. Mari kita rajut tali persaudaraan di Bumi Fagogoru agar kedamaian tetap terjaga," pungkasnya. (Tim/red)
