Tunggakan Pelanggan Tembus Rp 6,6 Miliar, Operasional PDAM Halsel Terganggu

Sebarkan:
Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote
HALSEL, PotretMalut – Kinerja keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan pada semester I tahun 2026, masih dibayangi oleh tingginya tunggakan rekening pelanggan.

Hingga pertengahan tahun ini, total piutang pelanggan tercatat mencapai Rp 6.613.351.967. Angka yang fantastis ini berdampak langsung terhadap belum tercapainya target pendapatan perusahaan.

Besarnya tunggakan tersebut menjadi tantangan serius bagi manajemen PDAM Halmahera Selatan. Pasalnya, pembayaran rekening air merupakan sumber utama penerimaan kas perusahaan untuk membiayai seluruh aktivitas operasional.

Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, menjelaskan bahwa arus kas perusahaan sangat bergantung pada kepatuhan pelanggan dalam membayar tagihan air setiap bulan.

"Karena itu kami mengajak seluruh pelanggan agar membayar rekening air tepat waktu. Dukungan masyarakat sangat penting agar pelayanan air bersih tetap berjalan maksimal," ujar Soleman saat dikonfirmasi, Jumat (17/07/2026).

Berdasarkan data internal PDAM, total tunggakan sebesar Rp 6,6 miliar tersebut tersebar di delapan unit pelayanan. Unit Labuha menjadi penyumbang piutang terbesar dengan nilai Rp 2.738.445.267 atau sekitar 41,41 persen dari total tunggakan.

Posisi kedua ditempati oleh Unit Laiwui/Sambiki dengan angka Rp 2.577.258.200 atau sekitar 38,97 persen. Akumulasi dari dua unit pelayanan ini saja sudah menyumbang sekitar 80,38 persen dari keseluruhan tunggakan pelanggan.

Sementara itu, sisa tunggakan tersebar di enam unit pelayanan lainnya dengan rincian sebagai berikut:

1. Unit Madapolo: Rp 329.816.500 (4,99 persen)

2. Unit Kayoa/Laluiin: Rp 322.041.750 (4,87 persen)

3. Unit Babang: Rp 318.300.250 (4,81 persen)Unit Saketa: Rp 182.986.000 (2,77 persen)

4. Unit Dolik: Rp 82.600.000 (1,25 persen)

5. Unit Bajo: Rp 61.904.000 (0,94 persen).

Pihak manajemen menegaskan, besarnya piutang ini menekan kemampuan perusahaan dalam memenuhi berbagai kebutuhan dasar operasional. Dana yang bersumber dari pembayaran pelanggan tersebut sedianya digunakan untuk membiayai tagihan listrik, pemeliharaan jaringan perpipaan, penanganan gangguan distribusi air, pembayaran pajak, hingga biaya operasional rutin lainnya.

Guna memperbaiki kondisi keuangan ini, manajemen PDAM Halmahera Selatan menjadwalkan penanganan langsung ke lapangan. Petugas akan diterjunkan ke seluruh unit pelayanan untuk melakukan sosialisasi sekaligus penagihan langsung kepada pelanggan yang menunggak.

Meski demikian, Soleman menegaskan bahwa langkah penegakan ini akan mengedepankan pendekatan humanis. Perusahaan lebih memilih komunikasi dan penyelesaian secara persuasif ketimbang langsung menerapkan sanksi pemutusan.

"Kami berharap pelanggan yang memiliki tunggakan dapat berkoordinasi dengan petugas apabila mengalami kendala pembayaran. Yang kami utamakan adalah mencari solusi bersama, karena tujuan kami menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih bagi seluruh masyarakat Halmahera Selatan," pungkas Soleman. (Ar/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini