Viral Jalan Lalubi-Samo Bak Kubangan, PUPR Halsel Tunggu Anggaran Pusat

Sebarkan:
Kondisi jalan Transmigrasi Lalubi-Samo (Foto: Tangkapan Layar)
HALSEL, PotrerMalut - Jagat media sosial dihebohkan oleh keluhan infrastruktur di Halmahera Selatan. Sebuah video pendek yang diunggah oleh akun TikTok @wnt_Safa01 mendadak viral setelah merekam potret memprihatinkan ruas jalan Transmigrasi Lalubi-Samo.

Jalan vital yang menghubungkan Kecamatan Gane Timur dan Kecamatan Gane Barat Utara ini, tampak menjadi kubangan lumpur hidup yang menyiksa para pelintas.

Dalam video tersebut, sang pengunggah menyuarakan narasi menohok yang mempertanyakan kapan proyek infrastruktur di wilayah mereka akan tuntas.

Rekaman ini langsung memicu gelombang simpati sekaligus kritik dari netizen yang menyayangkan lambatnya pembangunan di sana.

Berdasarkan data yang dihimpun, jalan Transmigrasi Lalubi-Samo sejatinya masuk dalam agenda pembangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Halmahera Selatan, sejak diusulkan pada tahun 2025.

Ironisnya, hingga memasuki pertengahan Juli 2026, belum ada progres realisasi fisik di lapangan. Titik-titik kerusakan justru makin parah akibat hantaman cuaca dan kendaraan yang melintas.

Merespons keresahan warga yang viral tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Halmahera Selatan, Ridwan, akhirnya buka suara pada Kamis (23/07/2026).

Ia membenarkan status jalur tersebut merupakan jalan kabupaten. Namun, urusan anggaran pembangunan sepenuhnya bergantung pada APBN.

"Untuk kelanjutan proyek, kami masih menunggu hasil dari Kementerian Pekerjaan Umum, karena anggarannya berasal dari pemerintah pusat dan saat ini masih dalam proses verifikasi," ungkap Ridwan.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan tidak tinggal diam. Seluruh berkas administrasi dan dokumen yang disyaratkan oleh pemerintah pusat diklaim telah rampung 100 persen.

"Saat ini kami tinggal menunggu informasi kelanjutan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Maluku Utara," tambahnya.

Meski dokumen daerah dinyatakan klir, hingga saat ini belum ada kepastian tanggal ketukan palu kapan alat berat akan mulai beroperasi di Gane. Masyarakat setempat kini hanya bisa menggantungkan harapan pada proses verifikasi di tingkat kementerian agar segera rampung, demi akses transportasi yang layak dan aman. (Ar/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini