Eco Bhinneka Muhammadiyah Malut Gelar ToT Pengelolaan Sampah di Halsel

Sebarkan:
ToT Pengelolaan Sampah digelar Eco Bhinneka Muhammadiyah Maluku Utara di Desa Sabatang Kecamatan Bacan Timur
HALSEL, PotretMalut - Eco Bhinneka Muhammadiyah Maluku Utara, menggelar Training of Trainers (ToT) bertajuk "Eco-Literasi dan Aksi Komunitas melalui Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga" di Desa Sabatang, Kecamatan Bacan Timur pada Rabu, (19/08/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan pengelolaan sampah mandiri sekaligus melahirkan kader lingkungan di tingkat desa. 

Acara ini diikuti oleh kelompok PKK dari lima desa, yaitu Wayamiga, Nyoyifi, Babang, Sayoang, dan Sabatang. Turut hadir dalam pembukaan acara Kepala Dinas Pendidikan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Camat Bacan Timur, Kepala Desa Sabatang, serta jajaran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda setempat. 

Dalam pelatihan ini, Barisan Cinta Lingkungan (BCL) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Selatan bertindak sebagai narasumber. Para peserta dibekali materi serta praktik langsung mengenai pemilahan, pemanfaatan, dan daur ulang sampah rumah tangga. 

Mewakili Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Dinul Qoyimah mengapresiasi dukungan penuh dari seluruh pihak. Ia menekankan bahwa masalah sampah berdampak langsung pada kesehatan, ekosistem pesisir, laut, hingga masa depan generasi mendatang. 

"Kita sedang berbicara tentang kehidupan. Sampah rumah tangga bisa berakhir di sungai dan laut. Perubahan harus dimulai dari rumah, dan perempuan serta pemuda memiliki peran krusial dalam gerakan ini," ujar Dinul. 

Apresiasi senada disampaikan oleh Camat Bacan Timur, Niar Barakati, S.H. Ia memuji kreativitas ibu-ibu PKK yang mampu mengubah sampah menjadi produk bermanfaat. Niar juga mengingatkan bahwa Desa Sabatang memiliki modal prestasi karena pernah meraih juara pertama pengelolaan sampah tingkat Provinsi Maluku Utara pada tahun 2022. 

Ketua TP PKK Kabupaten Halmahera Selatan, Rifa’at Al-Sa’adah, ikut memuji konsistensi Eco Bhinneka dalam menggelar program yang berdampak positif bagi warga. Ia juga memberikan apresiasi khusus bagi para pemuda setempat yang aktif mengawal pembangunan daerah. 

Dari sisi regulasi dan kebijakan, Sekretaris DLH Halmahera Selatan, Husain Mustofa, menegaskan bahwa penanganan sampah di "Bumi Saruma" memerlukan kolaborasi total dari masyarakat, bukan hanya bertumpu pada pemerintah. 

"Kami mengharapkan kolaborasi agar sampah yang dibuang dapat didaur ulang hingga memiliki nilai ekonomi," kata Husain. 

Kegiatan ToT ini merupakan bagian dari program SMILE atau Strengthening Multifaith Initiative Leader on Climate Justice through Ecofeminism. Program ini fokus mendorong kepemimpinan perempuan, pemuda, dan komunitas lintas iman demi mewujudkan keadilan iklim dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (PM/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini