Pemkab Halsel Buka Peluang Investasi untuk Pengelolaan Mal Saruma

Sebarkan:
Kepala Bapperida Halmahera Selatan, Muhammad Nur
HALSEL, PotretMalut - Bangunan Mal Saruma Town Square yang terletak di Kabupaten Halmahera Selatan, hingga kini belum juga difungsikan. Padahal, proyek infrastruktur ini telah rampung sejak akhir tahun 2019 dan diresmikan secara formal pada tahun 2020.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Halmahera Selatan, Muhammad Nur, mengungkapkan bahwa proyek megah ini dibangun menggunakan dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp58 miliar.

Pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan Bupati Bahrain Kasuba dan Wakil Bupati Iswan Hasyim.

"Pekerjaan infrastruktur ditangani oleh Disperkim dan rampung sekitar akhir tahun 2019. Mal Saruma kemudian diresmikan pada tahun 2020 oleh Bupati Bahrain Kasuba," ujar Nur pada Jumat (02/10/2026).

Terkait penyebab utama macetnya operasional mal, Nur menjelaskan bahwa momentum peresmian gedung bertepatan dengan merebaknya pandemi Covid-19. Krisis kesehatan global tersebut memukul sektor ekonomi, sehingga para pelaku usaha yang telah menandatangani kontrak sewa tidak dapat memulai aktivitas perdagangan mereka.

"Pasca diresmikan, kondisi dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Makanya semua pelaku usaha yang telah berkontrak menyewa stand atau tenant untuk berjualan akhirnya tidak jalan," kata Nur, yang saat proyek itu selesai menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Padahal, Mal Saruma sudah memiliki cetak biru (blueprint) pemanfaatan yang matang dan seluruh unitnya telah habis terpesan.

Lantai 1 dirancang untuk 21 petak stand aktivitas perdagangan, termasuk pakaian, kosmetik, toko properti, hingga restoran cepat saji (KFC).

Untuk lantai 2, Menyediakan 13 ruangan yang dialokasikan untuk Mal Pelayanan Publik (MPP), pusat elektronik/komputer, dan sentral pendingin udara.

Akibat penundaan yang berlarut-larut, bangunan senilai miliaran rupiah ini belum mampu memberikan dampak ekonomi maupun menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Halmahera Selatan.

Guna mengatasi persoalan ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan kini resmi membuka peluang bagi pihak swasta atau investor untuk mengambil alih pengelolaan Mal Saruma dan mengubahnya menjadi pusat kegiatan bisnis.

"Prinsipnya kami menyambut positif kalau ada pihak investor yang berminat mengontrak Mal Saruma untuk dijadikan sentral bisnis. Mekanismenya nanti dikoordinasikan ke Bupati agar ada perjanjian kontrak kerja sama. Jika sudah dimanfaatkan, kami berharap ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan PAD Halsel," pungkas Nur. (Ar/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini