![]() |
| Penanggung Jawab Program HIV Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah, Irwan Halek |
Menurutnya, kehadiran sejumlah perusahaan di Halmahera Tengah, mendorong arus masuk pencari kerja dari luar daerah. Kondisi tersebut, berbanding lurus dengan meningkatnya praktik prostitusi terselubung yang berisiko terhadap penyebaran HIV.
"Banyak pekerja yang datang melamar pekerjaan ke Halmahera Tengah. Ini juga diikuti dengan meningkatnya praktik Pekerja Seks Komersial (PSK), sehingga berpotensi memicu penularan HIV," ujar Irwan, Kamis (29/01/2026).
Irwan menegaskan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, telah memiliki regulasi yang mengatur upaya pencegahan penyebaran HIV, yakni Peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV.
Ia menyebutkan, hasil pemantauan dan data yang dimiliki Dinas Kesehatan, kasus HIV mayoritas ditemukan pada kelompok usia produktif, bahkan ada yang berusia 19 tahun.
"Intinya yang terdampak itu usia produktif," sebutnya.
Dalam kegiatan monitoring lapangan, Dinkes Halmahera Tengah menemukan praktik prostitusi di sejumlah wilayah seperti Sagea, Lelilef, Lokulamo, hingga Weda. PSK tersebut, kata Irwan, kerap beroperasi di penginapan dan losmen dengan modus menyamar sebagai pasangan suami istri.
"Banyak kami temukan di penginapan dan losmen yang terisi PSK dengan berkedok suami istri. Tapi setelah kami periksa identitasnya, ternyata bukan pasangan suami istri," akunya.
Terkait upaya pencegahan dan penanganan, Irwan menyampaikan bahwa Dinkes Halmahera Tengah mendapat dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan alat tes HIV dan obat-obatan.
"Alhamdulillah kami dibantu Pemda Halmahera Tengah. Anggaran belanja alat tes HIV sekitar Rp 200 juta, kemudian belanja obat-obatan penyakit terkait HIV sekitar Rp 150 juta. Ketersediaan obat di Dinkes saat ini lengkap dan memadai," pungkasnya
Meski begitu, saat ditanya terkait jumlah kasus HIV di Halmahera Tengah, satu tahun terakhir, Irwan tidak memberikan jawaban.
Usai konfirmasi langsung di ruang kerjanya, konfirmasi lanjutan melalui Whatsapp terus dilakukan terhadap Irwan guna mendapatkan data kasus HIV 2025-2026.
"Ok, masih apel. Jadi sore nanti saya ambil laptop di kantor baru saya share," balasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, data kasus HIV di Halmahera Tengah, belum berhasil didapatkan Potretmalut.com. (Calu/red)
