![]() |
| Pelepasan ekspor perdana kerang dara |
Ekspor tersebut berkat kolaborasi lintas instansi yang melibatkan Bea Cukai Ternate, Karantina, BKHIT Maluku Utara, Badan Mutu Ternate, Garuda Indonesia, serta instansi pendukung lain. Pengiriman dilakukan langsung dari Kota Ternate menggunakan jalur udara.
Sebanyak 225 kilogram kerang dara segar diberangkatkan oleh PT Mitra Jaya Malut, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil laut. Komoditas ini ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar Thailand yang mensyaratkan produk laut berkualitas tinggi dan terjamin keamanannya.
Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Jaka Riyadi, menyampaikan bahwa pendampingan lintas instansi merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mendorong ekspor non-tambang dari Maluku Utara.
"Pendampingan ini dilakukan agar pelaku usaha lokal tidak hanya kuat di pasar domestik, tapi mampu bersaing dan berkontribusi di pasar global. Sinergi antarinstansi serta kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha harus terus didorong," ungkapnya.
Ekspor ini dinilai menjadi penanda kesiapan Maluku Utara dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu simpul ekspor komoditas kelautan nasional, khususnya dari kawasan timur Indonesia.
Di balik capaian tersebut, peran pendampingan lintas instansi disebut menjadi faktor kunci. Pendampingan mencakup pemenuhan dokumen kepabeanan, sertifikasi karantina dan mutu, hingga pengaturan jalur logistik agar proses ekspor berjalan efisien dan tepat waktu.
Keberhasilan ekspor perdana ini diharapkan menjadi pemicu bagi pelaku usaha lain di Maluku Utara, untuk memanfaatkan peluang pasar internasional, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai gerbang ekspor komoditas perikanan dari Indonesia Timur. *
