![]() |
| Mantan Kaban Kesbangpol Halmahera Selatan, Ramon Rumonin (Foto/Ar) |
Ramon yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPMD Halmahera Selatan, mengaku saat ini, sudah berkoordinasi dengan pihak Kesbangpol, untuk merampungkan dokumen yang belum dilengkapi, seperti laporan pertanggung jawaban (LPJ) dan proposal.
"Langsung saja ke Kesbangpol, tadi pagi saya suda telepon Kepala Sub Bidang, Pak Nasran. Kemarin yang terlambat itu LPJ dan proposal, karena setelah mereka terima hibah, banyak yang belum mereka masukin. Memang betul itu ada temuan," katanya saat diwawancarai Potretmalut.com, Rabu (04/02/2026).
Ramon menyebutkan, keterlambatan LPJ untuk Partai Politik (Parpol) tidak ada, sementara LPJ Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) masih ada keterlambatan.
"Parpol tidak ada, yang terlambat LPJ itu banyak LSM/ORMAS. Sehingga kami langsung mengimbau agar secepatnya dimasukkan," tuturnya.
Selain LPJ dan tidak dilengkapi proposal, dalam temuan BPK disebutkan tidak melalui prosedur seperti Surat Keputusan (SK) Kepala Daerah dan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), daftar penerima hibah tidak dimuat dalam penjabaran APBD dan APBD-P.
"SK suda ada, kalau NPHD itu kemarin kami punya arsip cuma 1, kami antar ke pihak BPKAD atau keuangan. Kemudian, saya perintahkan (Kesbangpol) ke keuangan untuk ambil arsip lalu di foto copy untuk dijadikan arsip di kantor, jadi itu kendalanya," ungkapnya.
"Yang saya tekankan itu LPJ saja, kami tidak butuh apa-apa. Bahkan saya sampaikan ke pihak penerima dana hibah jika kesulitan membuat LPJ silahkan konsultasi ke Kesbangpol," sambung Ramon.
Ia juga menepis tuduhan dugaan penyaluran dana hibah yang dikaitkan dengan kepentingan politik pemilihan kepala daerah saat itu, dikarenakan kurun waktu cukup berdekatan dengan tahapan Pilkada di bulan November 2024.
"Penyaluran dana hibah kan sebelum bulan November. Jadi, tidak ada indikasi yang mengarah ke Pilkada," pungkasnya.
Meski hasil audit BPK di tahun 2024 terdapat rekomendasi, arahan kepada LSM dan ORMAS nampak baru diseriusi usai sejumlah media memberitakan temuan tersebut. (Ar/red)
