Perkuat Ketahanan dan Stabilitas Pangan, Pemda Halmahera Tengah Teken MoU dengan Bulog

Sebarkan:
Bupati Halmahera Tengah didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan serta sejumlah pimpinan OPD usai menandatangi MoU
JAKARTA, PotretMalut - Untuk memperkuat ketahanan dan stabilitas pangan, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah resmi menandatangani Nota Kesepahaman dengan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji mengatakan, dengan ditandatanganinya MoU pihaknya dengan Perum Bulog, Kabupaten Halmahera Tengah siap bergerak maju untuk melakukan percepatan dan akselerasi program ketahanan pangan.

Bupati menyebutkan, meski Halmahera Tengah bukan merupakan daerah sentra pangan, namun terdapat beberapa wilayah potensial, seperti Weda Utara dengan tiga lokasi transmigrasi, serta Wairoro, Kecamatan Weda Selatan, yang memiliki kapasitas produksi cukup besar dan selama ini menyuplai kebutuhan pangan untuk wilayah Halmahera Tengah hingga Kota Ternate.

"Dengan adanya Perum Bulog dan pembangunan gudang Bulog di Halmahera Tengah, kami akan sangat terbantu. Saya juga telah menyampaikan kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan agar tidak menunggu kabupaten lain, kita harus mendahului agar proses ini bisa berjalan lebih cepat," ungkap Bupati.

Saat ini, sebut Ikram, seluruh pasokan pangan masih bergantung pada jalur transportasi laut dari Surabaya, Sulawesi, dan Manodo, yang memerlukan biaya yang cukup besar.

"Pengendalian harga pangan hanya dapat dilakukan secara efektif apabila tersedia gudang Bulog di wilayah Halmahera Tengah," jelas bupati.

Diketahui, penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, bersama Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq, pada Jumat, (06/02/2026), di Kantor Pusat Perum Bulog Republik Indonesia, Jalan Gatot Subroto No. Kav. 49, RT 5/RW 4, Kuningan, Jakarta Selatan.

Bupati Halmahera Tengah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penerimaan yang diberikan oleh pihak Perum Bulog, dan berharap MoU yang ditandatangani menjadi rujukan dan dasar untuk mempercepat realisasi kerja sama dalam rangka memperkuat ketahanan dan stabilitas pangan. *

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini