![]() |
| Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto |
Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan didorong untuk segera menuntaskan kelengkapan dokumen perizinan tiga tambang rakyat yang selama ini telah beroperasi.
Ketiga lokasi tambang tersebut berada di Desa Kusubibi Kecamatan Bacan, Desa Anggai Kecamatan Obi, dan Desa Manatahan Kecamatan Obi Barat.
Legalitas ini dinilai penting agar masyarakat yang melakukan aktivitas pertambangan memiliki kepastian hukum.
"Terkait izin tambang di tiga desa ini, saya mendorong Pemkab Halsel untuk melengkapi dokumen administrasi. Ada persyaratan yang harus dipenuhi karena tambang rakyat kewenangannya hanya sampai di Gubernur Maluku Utara. Tinggal dicek UKL-UPL-nya karena tidak sampai pada AMDAL," ungkap Dody kepada wartawan saat melakukan kunjungan kerja di Halmahera Selatan, Sabtu (01/08/2026).
Mayjen TNI Dody Triwinarto mencontohkan penataan tambang rakyat di Gunung Botak, Provinsi Maluku. Saat ini, aktivitas di kawasan tersebut berjalan kondusif setelah seluruh proses administrasi dan perizinan dipenuhi.
"Harapan saya tambang rakyat di Halsel seperti di Gunung Botak, alhamdulilah sekarang sudah tertib, sudah kami jaga bersama sehingga tidak ada lagi pertambangan ilegal. Di sana sudah ada satu WPR dan 10 IPR yang sedang berproses," kata jenderal bintang dua tersebut.
Masyarakat di kawasan Gunung Botak kini telah dihimpun ke dalam wadah koperasi resmi untuk mengelola aktivitas pertambangan sesuai ketentuan. Pola manajemen inilah yang diharapkan bisa diterapkan di Halmahera Selatan agar menjadi contoh pengelolaan tambang yang legal, tertib, dan membawa manfaat nyata bagi warga lokal.
Dody menegaskan bahwa pengurusan WPR dan IPR sebenarnya tidak rumit. Kuncinya terletak pada komitmen pemerintah daerah beserta seluruh pihak terkait untuk memenuhi persyaratan administrasi yang ada.
"Tinggal kita mau atau tidak. Kalau mau menjadi role model dan contoh, lihat di Gunung Botak, karena yang pertama berjalan di Indonesia. Insya Allah semuanya sudah jelas, tidak ada lagi pandangan negatif karena semua bisa diawasi dan pola seperti itu bisa dikembangkan di Halsel," pungkasnya. (Ar)
